Postingan

Sebuah Pengantar Tentang Muslimah

Hai namaku CMD. Aku itu sering lelah , dan selalu membutuhkan dorongan untuk selalu bergerak.  Selain Al-qur'an dan tujuan ku yang pasti yang membuatku semangat untuk bergerak melakukan perbaikan aku sering membaca buku biografi Muslimah Shalehah, yang hidupnya bukan untuk kepuasan pribadi, melainkan untuk kebermanfaatan banyak orang maupun ummat. Kalo sudah bosan dengan tugas kuliah, aku menenangkan diriku dengan beberapa paragraf buku yang bertajuk Muslimah, lalu akan kulanjutkan jika bosan dan lelahku sudah hilang. Kalopun tidak membaca aku coba memainkan ponselku lalu mencari sebuah diskusi atau webinar dari sosok Muslimah inspirasi di YouTube, seperti Faraa Qoonita, Mba Dewi Nur Aisyah dan masih banyak lagi. Entah kenapa aku suka sekali membaca buku-buku tentang Muslimah, karna menjadi Muslimah bagiku ada proses belajar pencarian jati diri yang tidak ada finisnya. Aku selalu ingin tahu bagaimana Perempuan perempuan Sholehah menikmati kelelahannya, aku yakin pasti mereka bukan ...

Islam sebagai Solusi keadilan Bagi Perempuan, cukupkah?

    Sejarah mencatat berbagai asumsi serta perlakuan yang didapatkan oleh perempuan hingga pada zamannya yang  tidak bisa merasakan keadilan serta kebebabasan sebagai seorang perempuan. Ternyata, perempuan mendapat kedudukan dan perlakuan yang berbeda dalam tatanan kehidupan dari berbagai kebudayaan, Negara maupun agama, baik didalam lingkup terkecil yang bernama keluarga sampai kepada lingkup terbesar yaitu masyarakat. Ketidakadilan itu dimulai dari peradaban Yunani, peradaban tertua di dunia yang beranggapan bahwa “wanita adalah sumber dari kekacauan dan perpecahan di dunia’. Kemudian dilanjutkan dengan peradaban Cina, dimana dalam kitab suci Cina perempuan dinamakan “Air yang Celaka”, karena ia akan mengikis habis segala keberuntungan yang baik. Perempuan selalu dipandang rendah dari laki-laki. Mereka tidak diizinkan untuk memiliki anak. Saat itu laki-laki juga bebas untuk mendapatkan perempuan yang dia suka, gonta-ganti istri, menceraikan dan mencampakkan kapanpun ...

Belajar Berusaha dan Tawakkal dari Siti Maryam

وَهُزِّي إِلَيْكِ بِجِذْعِ النَّخْلَةِ تُسَاقِطْ عَلَيْكِ رُطَبًا جَنِيًّا Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya (pohon) itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu. (Q.S Maryam :25) Teman-teman.. Di saat keadaan semakin lemah Allah memerintahkan Jibril agar Siti Maryam menggoyang pohon kurma agar buahnya jatuh dan bisa dimakan, padahal bisa saja Allah memberi makanan secara cuma-cuma kepada Maryam kala itu.  Allah menggambarkan pada kisah Maryam tersebut betapa pentingnya berusaha(menempuh sebab) untuk meraih sesuatu, apalagi sesuatu itu adalah kebaikan. Bahkan Rasulullahpun dari Sirah kehidupan beliau telah menggambarkan kepada kita bahwa beliau selalu berusaha dalam kehidupannya dari sejak diangkat menjadi nabi hingga beliau wafat. Beliau berusaha memperbaiki akhlak pribadi dan masyarakatnya, berusaha dalam melawan kebatilan berusaha dalam berdakwah dengan segala ujian yg beliau hadapi. Begitu pula , Rasulullah selalu mengingatkan para sahabat untu...